Diantara dua doa
Karya: BINTANG RIZKIA HARTONO PUTRIKita pernah berjalan
di jalan yang sama,
tertawa pada langit yang sama,
dan berharap pada masa depan
yang kita kira akan menjadi milik kita.
Namun ternyata,
ada jarak yang tak bisa ditempuh
hanya dengan genggaman tangan.
Kau berdoa dengan caramu,
aku bersujud dengan caraku.
Dua nama yang berbeda dalam doa,
dua jalan yang berbeda menuju Tuhan,
namun entah mengapa
hati kita sempat menemukan rumah
di satu sama lain.
Mungkin cinta memang tak selalu
tentang memiliki.
Kadang ia hanya tentang mengerti,
bahwa seseorang bisa begitu berarti,
meski takdir tak pernah mengizinkan
kita berdiri di tempat yang sama.
Jika suatu hari kita berpisah,
jangan anggap perasaan ini sia-sia.
Sebab pernah ada dua hati
yang saling menjaga,
meski iman tak sama.
Dan bila akhirnya
kita hanya menjadi kenangan,
biarlah aku mengenangmu
sebagai seseorang
yang pernah mengajarkanku:
bahwa mencintai
tak selalu berarti bersama,
kadang cukup dengan
mendoakan dari jalan
yang berbeda.
Bandung,21 Agustus 2026