Bunga Icha lestari bangun - SEMESTA MEMILIH DIAM (LCP 48)

📅 13 Agustus
Dibaca: Memuat...

SEMESTA MEMILIH DIAM

Karya: Bunga Icha lestari bangun




tepi taman yang diselimuti cahaya senja 2 Sukma dipertemukan tanpa rencana tak ada firasat bahwa sore itu akan menjadi awal dari luka yang tak pernah selesai

entah mengapa semesta begitu tega ia mempertemukan dua hati yang sejak awal tak pernah ditakdirkan untuk saling memiliki satu sama lain padahal semesta telah mengetahui ada tembok keyakinan yang menjulang di antara mereka tembok yang bahkan cinta pun tak pernah sanggup meruntuhkannya

dari sepasang tatap yang tak sengaja bertaut lahirlah perasaan yang tak pernah meminta izin hari demi hari mereka saling mendekat merangkai asal diantara jeda jeda pertemuan tanpa menyadari bahwa semesta sedang menghitung waktu perpisahan

hari Jumat aku mendadakkan doa pada langit yang dipanggil Allah di hari Minggu kau berlutut dalam hening di gerejamu kita sama-sama menadahkan hanya saja kepada jalan yang berbeda barangkali sejak awal semesta telah menulis bahwa doa-doa kita akan selalu berpapasan tetapi tak pernah bertemu

barulah kami mengerti bahwa di antara genggaman ini terbentang jurang yang begitu luas ,aku tak sanggup meninggalkan dharmaku dan kau pun tak rela melepas iman yang kau dekat sejak mula sementara cinta harus merapal mantra Ananta seolah abadi seolah mampu menaklukkan semesta namun akhirnya kami hanya saling memandang dalam diam membiarkan takdir menulis perpisahan yang tak pernah kami inginkan

maka kupeluk Viraha bagai takdir yang tak sempat ku tawar, namamu tak lagi kusebut dalam percakapan melainkan kuselipkan diam diam di sela doa yang tak bersuara barangkali sementara memang tak pernah berniat memisahkan kita. iya hanya menitipkan cinta ini untuk mengajarkan bahwa mengikhlaskan adalah bentuk paling sunyi dari mencintai

bila kelak namamu kembali singgah dalam doaku biarlah angin yang menyampaikan rindu itu kepadamu. di hari Jumat aku tetap bersujud, di hari Minggu kau tetap berlutut di gereja. kita memilih setiap bukan karena berhenti mencintai melainkan karena iman lebih dahulu kau jaga Dan sejak hari itu semesta memilih diam sementara dua hati belajar saling mengiklaskan tanpa pernah benar-benar lupa.


Sumatra Utara, 29 juli 2026