Doa di Bawah Langit yang Sama
Karya: Devita Putri AnggraeniDi ujung senja, kutengadahkan tangan,
menyatukan harap dalam diam yang panjang.
Doa ini bukan milikku seorang,
ia mengalir dari hati yang berbeda arah.
Kita berbeda bahasa, berbeda jalan,
namun langit yang sama mendengar rintihan.
Satu kata "amin" mengikat segala luka,
menyambung yang retak, menautkan yang jauh.
Tak perlu seragam untuk bersama,
cukup doa yang tulus dari dada.
Karena dalam sujud yang paling sunyi,
kita menemukan satu jiwa yang sama.
Biar beda suku, beda keyakinan,
doa tetap jadi jembatan persaudaraan.
Menyatukan yang terserak, merangkul yang sendiri,
sebab doa tak pernah memandang siapa yang berdoa.
Purworejo, 30 Agustus 2026