Dibaca: Memuat...
Langit dengan arah pulangnya. Karya: Diona Stefa Korneli
Aku adalah langit yang temaram.
Dan kau sang Surya yang perlahan tenggelam.
Bersama membentang di cakrawala,
Menghiasnya dengan jingga yang merona.
Terlihat menyatu,
namun nyatanya pilu.
Terlihat indah,
namun nyatanya gundah.
Setelah jingga padam,
Ada aku yang harus berganti malam.
Kau pun pulang dan tenggelam,
Itulah takdir alam.
Kita berada di langit yang sama,
Namun arah pulang kita berbeda.
Aku dengan sujudku,
Dan kau dengan genggamanmu.
Tak perlu aku memaksakan kau menjadi bulan,
Untuk menemaniku di saat malam.
Tak perlu juga kau memintaku selalu temaram,
Hanya untuk menemanimu berjalan.
Kita adalah insan yang saling jatuh cinta,
Berjalan bersama untuk menggapai asa.
Lalu dipisahkan oleh iman yang berbeda,
Dengan dinding suci tak kasat mata.
Purbalingga, 26 Agustus 2026