Dibaca: Memuat...
Doa yang Menjahit Nama-Nama
Karya: Erlanda Desy OliviaJika kehilangan adalah bahasa,
izinkan hidup menerjemahkannya
menjadi kasih.
Pernah ada dua nama
yang selesai lebih dahulu
daripada masa kecil.
Selebihnya,
hari-hari tumbuh
tanpa banyak tangan
yang sempat menggandeng.
Maka setiap luka
belajar berjalan sendiri,
setiap air mata
belajar jatuh
tanpa suara.
Lalu, entah dengan cara apa,
hadirlah tangan-tangan kecil
yang memanggilku
dengan tawa.
Mereka tidak tahu
sedang mengajariku
bahwa hati
yang retak
masih mampu
menjadi rumah.
Ketika jalan kembali berubah,
hadirlah ruang belajar,
tanah rantau,
dan wajah-wajah
yang memilih tinggal
di saat langkah terasa sempit.
Kini aku mengerti,
doa
bukan permintaan
agar takdir dibatalkan.
Ia adalah benang
yang menjahit
nama-nama yang hilang,
wajah-wajah yang singgah,
serta keberanian
untuk tetap mengasihi
meski pernah kehilangan.
Jika suatu hari
hidup kembali merobekku,
biarlah yang tetap utuh
bukan nasibku,
melainkan imanku.
Gresik, 5 Agustus 2026