Karya: Excel Alfiano
Di antara dua doa,
kita pernah saling menyebut nama tanpa suara.
Harapan tumbuh perlahan,
lalu belajar menerima kenyataan.
Kita berjalan di jalan yang berbeda,
membawa keyakinan yang tak pernah benar-benar sama.
Tak ada yang perlu diubah,
sebab iman bukan sesuatu yang lahir dari paksaan.
Aku ingin mengingatmu
sebagai seseorang yang pernah membuat hati ini tenang.
Meski pada akhirnya kita memilih langkah masing-masing,
rasa itu tetap menjadi bagian dari perjalanan.
Barangkali, tidak semua cerita ditakdirkan memiliki akhir yang sama.
Ada yang hadir bukan untuk dimiliki,
melainkan untuk mengajarkan bahwa mencintai juga berarti menghormati pilihan,
lalu melepaskan tanpa menyimpan benci.
Bangka Belitung, 27 Agustus 2026