Falya Nashita Ramadianty - Doa diantara iman yang tak sama (LCP 48)

📅 27 Agustus
Dibaca: Memuat...
Doa diantara iman yang tak sama
Karya: Falya Nashita Ramadianty


Di antara jarak yang tak mampu kita lawan,
ada doa yang diam-diam menemukan jalan.
Tak perlu tangan untuk saling menggenggam,
tak perlu langkah untuk selalu berdampingan,
sebab doa tahu ke mana harus pulang.
Kita pernah berjalan
di jalan yang sama,
tertawa pada hal-hal sederhana,
menyimpan harapan
di antara percakapan yang tak pernah terasa cukup panjang.
Namun ada satu batas
yang tak mampu kita lewati—
iman yang tak sama,
keyakinan yang membuat langkah
harus berhenti sebelum berjalan terlalu jauh.
Kita mungkin berdiri di tempat yang berbeda,
menyebut nama Tuhan dengan cara yang tak sama.
Namun harapan tetap dapat bertemu
di langit yang sama,
menjadi bisikan yang tak pernah sia-sia.
Bukan karena rasa itu salah,
bukan pula karena kita tak ingin bertahan.
Hanya saja, ada sesuatu yang lebih besar
daripada sekadar perasaan.
Jika takdir mengizinkan kita bersama,
biarlah doa menjadi jembatan di antara kita.
Namun jika jalan kita memang harus berbeda,
biarlah doa tetap menjaga,
agar rasa yang pernah ada
tak berubah menjadi luka.
Mungkin kita dipertemukan
bukan untuk saling memiliki,
melainkan untuk belajar
bahwa mencintai terkadang berarti
mampu merelakan dengan penuh hormat.
Dan jika kelak kita berjalan
menuju arah yang berbeda,
semoga tak ada dendam yang tersisa.
Biarlah namamu tetap menjadi doa,
meski bukan lagi menjadi tujuan.
Sebab mungkin,
doa bukan tentang memiliki seseorang,
melainkan tentang berharap
agar ia selalu berada dalam kebaikan—
meski pada akhirnya,
kita tak ditakdirkan
untuk berjalan dalam keyakinan yang sama.


Watampone, 26 Agustus 2026