Dibaca: Memuat...
DOA DI KURSI PENUNGGU
Karya: Faruq IsmailMalam menunggu siang,
siang menunggu malam.
Keduanya saling setia dalam pergantian.
Lalu kita berdua?
Terpapar di antaranya,
mengharap secuil keterangan:
bukan cuma mereka yang ingin lentera,
kita juga butuh cahaya.
Cahaya yang membawa kita ke surga,
bukan ke neraka itu.
Berjalan saja tak mengapa,
sampai keduanya pasti.
Jika kau ingin terbang, aku belum.
Aku nyaman di sini,
di kursi penunggu,
sambil berdoa namamu kusebut.
Sampai waktunya tiba,
biar takdir bersuara.
Palu, 22 Agustus 2026