Dibaca: Memuat...
Ketika Iman Tak Sama Menjadi SunyiKarya: Fauzah
Dua pasang tangan menadah malam,
mengetuk pintu langit yang serupa.
Namun, di antara lipatan bait doa,
iman tak sama memahat jurang yang tak bersuara.
Kau meraba wajah-Nya di balik altar nyala,
aku mengeja nama-Nya di keheningan sajadah.
Dua telapak kita menjangkau angkasa,
tetapi angin membawa bisik kita ke muara yang berlainan.
Tak ada luka yang kita sengaja,
hanya sebaris takdir yang salah menaruh kompas.
Kita adalah dua musafir di persimpangan sunyi:
saling mengagumi rupa jubah yang dipakai,
tanpa pernah bisa melangkah di jalan yang sejajar.
Biarkan misteri ini beristirahat di batas dada,
sebab, di atas segala dogma dan prasangka,
cinta telah selesai menunaikan tugasnya.
Serang, 24 Agustus 2026