Dibaca: Memuat...
Doa yang Kutitipkan pada Angin
Karya: Fitri AyuyunSejak kau pergi, aku belajar berdoa dengan cara baru;
bukan meminta kau kembali,
tapi meminta agar di manapun kau berdiri,
seseorang di sana ikut mendoakanmu dengan bahasanya sendiri.
Aku membayangkan doa-doa itu seperti benang,
terurai dari banyak mulut, banyak keyakinan,
namun entah bagaimana bertaut di satu titik,
titik yang barangkali adalah namamu.
Kadang aku iri pada burung yang bisa terbang menembus batas negeri,
membawa kabar tanpa perlu visa atau penerjemah,
sementara doaku harus menempuh jalan yang lebih sunyi,
menyeberangi keraguan tentang apakah ia akan sampai.
Tapi aku tetap mengirimkannya, malam demi malam,
sebab rindu tak pernah bertanya pada siapa harus dititipkan,
ia hanya tahu harus pergi,
dan aku percaya sesuatu di luar sana akan menampungnya.
Jika suatu hari kau merasa hangat tanpa sebab,
mungkin itu bukan matahari,
mungkin itu kumpulan doa dari orang-orang yang berbeda jalan,
yang kebetulan sedang menyebut namamu bersamaan.
Kendari, 05 Agustus 2026