Dibaca: Memuat...
Kau mengenggam, Ku menadah
Karya: Giska Dwi AyuningsihAku menengadahkan tangan, kau melipatkan tangan saat berdoa.
Aku dan kamu bukan Istiqlal dan Katedral yang berdiri berhadapan dalam perbedaan, namun tetap harmonis.
Kita memiliki nyawa, juga rasa.
Tetapi, mungkinkah kita bersatu ketika keyakinan menjadi batas?
Suka itu bebas, rasa juga bebas.
Namun, kepada siapa kita harus berpatokan?
Aku tidak ingin berpaling dari Tuhanku, begitu pula kamu.
Mungkin salah satu dari kita harus memilih dan mengikhlaskan, bukan karena rasa telah hilang, tetapi karena kita sama-sama ingin tetap setia kepada-Nya.
Maka, biarlah kita berpisah demi kebahagiaan masing-masing.
Meski masih ada sayang yang tertinggal, setidaknya kita tidak kehilangan Tuhan demi mempertahankan cinta.
Kau tetap menggenggam keyakinanmu.
Dan aku tetap menadah kepada Tuhanku.
Sekayu, 21 Agustus 2026