Haniyah Syafitri Harahap - Aksara yang Bersemayam di Takdir (LCP 48)

📅 30 Agustus
Aksara yang Bersemayam di Takdir
Karya: Haniyah Syafitri Harahap


Kita tumbuh pada dua cakrawala
yang enggan berimpit di pelupuk takdir.
Namun, namamu tetap menjelma aksara
yang bersemayam di relung ingatan.

Barangkali cinta adalah musafir
yang tersesat di antara kehendak dan kepasrahan;
ia mengetuk pintu takdir,
meski tahu tak setiap pintu menyediakan kepulangan.

Lantas, kepada malam kutitipkan namamu,
bukan sebagai kepemilikan,
melainkan sebagai tasbih kerinduan
yang kusematkan pada hening.

Ajaibnya, jarak yang tak mampu ditempuh langkah
dapat dilampaui oleh sebuah pinta.
Kau di ufukmu, aku di ufukku,
namun keduanya bermuara
pada Yang Satu.

Mungkin inilah cara Tuhan
menyatukan dua insan tanpa menjadikan mereka satu:
melalui kasih yang tak berhak memiliki,
namun tak pernah kehilangan arti.



Medan, 29 Agustus 2026