Dibaca: Memuat...
Saat Doa Kita Berbeda
Karya: Intan ChoirunisaDi lengkung bangku taman kota kita,
tiga tahun cerita tumbuh dengan ranum.
Sore melarutkan sisa rasa yang ada,
kini menjelma gerimis yang mengulum.
"Kita mencintai Tuhan dengan cara berbeda,"
bisikmu lirih meruntuhkan semesta raya.
Dua kota terpisah bentangan samudra,
namun iman kita pembatas yang nyata.
Saat gema azan magrib mengetuk kamarku,
di atas sajadah air mata pun menetes.
Aku bersujud mengadu namamu dalam zikirku,
memohonkan bahagia bagi sepi yang berproses.
Sementara di seberang sana dalam sunyi altar,
kau rapalkan namaku dengan hati yang tulus.
Kau titip namaku pada cahaya yang pendar,
namun takdir melarikan amin hingga putus.
Sebab iman adalah prinsip yang tidak boleh patah,
kini rindu kupeluk erat di dalam dada.
Aku melangkah tegak menuju hari yang cerah,
sembari menjaga sucinya cinta yang berbeda.
Banten, 06 oktober 2024