Dibaca: Memuat...
TERKASIH MILIKNYA
Karya: KHAIZURA PUTRI RAMADHANIMana yang lebih sakit..
Berjalan di setapak duri?
Atau..
Melepas benang yang sudah terikat dengan hati
Mana yang lebih pedih..
Terjatuh dalam sumur penuh bisikan?
Atau..
Merayu Tuhan untuk meminta kesempatan
Aku meringkuk dalam kekosongan
Membiarkan isi kepala bertarung dengan kenyataan
Alas pengadu menjadi sandaran isakku
Dimana di sekelilingnya juga seakan ikut merangkulku
Decak lonceng yang segera mengetuk sadarku
Tangan halus yang menggenggam menjadi satu
Bersatu..
Serta liontin kehidupan yang melingkar di leher indahmu
Kita berpijak pada satu titik temu yang sama
Namun..
Arah tuju-Mu berbeda denganku
Sukmaku ingin mengajakmu pergi denganku,
tapi lorong putih menarikmu jauh dari pandangku
Aku tak kuasa berkata bahwa aku rela
Sembab mataku menjadi saksi bisu
Samirana membawa puing puing do'aku dan do'amu
Biar semua satu..menyatu menjadi kota keikhlasan.
Kebumen, 17 Agustus 2026