Karya: Khumaira
Kita adalah insan...
yang hidup di atas persada,
dan di bawah cakrawala yang sama.
Kita juga adalah insan...
yang begitu taat pada Tuhan,
berpedoman pada kitab... yang Ia anugerahkan.
Tapi...
kitab dan Tuhan yang kita maksud itu... berbeda.
Sangat amat berbeda... dalam jalan dan tata.
Kita termenung di tepi kebingungan,
Memandang senja dengan rasa yang sama.
Saat jemari kita tertangkup...
arah menghadap kita tak pernah bisa bermuara.
Sejak awal,
aku sudah tahu ada jurang keyakinan di antara kita.
Jurang yang begitu curam...
tanpa satu pun jembatan.
Tapi aku tetap memaksa...
tetap berharap...
tetap menunggu...
Menunggu hari di mana kita bersama,
tanpa khawatir akhirnya akan bagaimana.
Kini...
antara kamu, dan Tuhanku,
aku hanya bisa menelan pahitnya perbedaan.
Tidak ada jalan terbaik...
hanya ada... pengorbanan terburuk.
Meski tak bisa terikat dalam akad,
namamu... akan selalu tersemat.
Dalam lekatnya jiwa dan doa...
menemani setiap langkah...
yang akan bermuara.
Bogor, 26 Agustus 2026