Dibaca: Memuat...
Fermentasi Dunia Di Tengah Meja
Karya: Laora Wasfa DillurahmaPelangi meringis lesu, menyapa dengan lembutnya yang kaku
Dinaungi sang embun di jagad bentala, sungkan menyambut segenap sukma
Pada akidah yang senjang, layaknya bumi dan angkasa
Layaknya nirwana pula samsara
Bodohnya, kitalah keduanya.
Hanya nyawa yang dihimpun secara tidak sengaja, bertemu di alam pencarian yang fana
Di alam sementara dengan hitungan yang teguh, tanpa mampu singgah.
Menyembah kita satu, Dia. Dengan cara dan percaya yang terpotong.
Oleh hakikat yang memaksa bangun, dari yang kuharap nyata.
Membangun batas yang tak pernah bisa terlewati.
Memandangmu menyandang yang terjalin rapi, di satu.
Maka engkau adalah mentari, dan dia lah bulannya
Sementara aku adalah bumi, yang menyaksikan gerhana penyatuan cinta.
Dikegelapan akan peleburan satu iman.
Kusimpan kepercayaanku, pada abu tua, hasil fermentasi dari pilihan-Nya.
1,2,3,
Ah, pemuja yang tak sama. Semoga bertemu kita, bukan sekedar singgah, namun sungguh dengan cinta.
14 Agustus 2026