Dibaca: Memuat...
Nirmala fanaKarya: maika, Maika Laili Izati
Jika imanmu adalah hujan yang jatuh di hulu,
mengapa rinduku mesti menjadi telaga yang ragu?
Bagaimana bisa kita menatap dirgantara yang satu,
namun menerjemahkan nirmala dengan bahasa yang keliru?
Kau merawat sepi di balik ketukan pintu,
aku mengeja sunyi di antara debu waktu.
Mengapa kau tenang dalam diam,
sementara aku sibuk mencari jawaban?
Haruskah kita bersila sengketa,
mencari tahu tentang siapa yang paling benar?
Bila pada akhirnya,
kita sama-sama tersesat di alam fana yang pudar, kan?
Bogor, 30 Agustus 2026