Karya: Margareta Miranti Dja Edo
Di tengah cahaya yang remang-remang
dan sunyinya malam yang mencekam,
ada satu nama yang selalu kusebutkan.
Bukan tentang seberapa jauh
bentangan jarak yang tak terjangkau,
melainkan tentang seberapa dekat
hati kita yang tetap dipautkan.
Doa adalah jembatan tanpa wujud,
meretas batas yang tak terlihat.
Tempat aku menitipkan seberkas rindu,
memeluk jiwamu dalam damai-Nya yang abadi.
Meski raga tak lagi bisa menyapa,
bisikan ini akan terus membumbung ke udara.
Menyatukan ingatan dan cinta yang tersisa,
sampai waktu mempertemukan kita kembali di sana.
Sidoarjo, 24 Agustus 2026