Karya: Marni Ramadhani
"Kita, Dua Kiblat yang Berbeda"
Kau menghadap ke satu arah,
aku ke arah yang lain,
tapi angin yang membawa doa kita
lewat jendela yang sama.
Ibumu mengajarkan tanda salib,
ibuku mengajarkan sujud,
tapi kita berdua belajar
cara diam-diam menangis di malam hujan.
Aku tak pernah minta kau pindah kiblat,
kau tak pernah minta aku pindah arah,
kita cuma dua orang
yang kebetulan saling jatuh
di antara dua cara memanggil Tuhan.
Kadang aku pikir,
mungkin Dia yang kau sembah
dan Dia yang kusembah
sedang duduk berdampingan,
menonton kita berdua bingung
kenapa cinta ini terasa benar,
padahal katanya, kita salah arah.
Biar saja.
Aku tetap akan mendoakanmu
dengan caraku,
kau dengan caramu,
sampai satu dari doa itu
sampai duluan.
Padangsidimpuan, 25 Agustus 2026