Kita, Laut, dan Muara
Karya: Maulinda Afdallina FKita pernah menjadi dua perahu
Yang bertemu di laut yang tenang
Jauh sebelum angin mengajarkan
Bahwa tidak semua pertemuan
Ditakdirkan berlabuh menuju dermaga yang sama
Kau berlayar membawa imanmu
Aku akan menggenggam erat doaku
Di antara kita, di antara laut yang terbentang
Luas, biru, dan tanpa belas kasihan
Namamu...
Masi terdampar di bibir Doaku
Meski ku tahu
Takdir tak selalu menyiapkan
Satu muara untuk kita
Maka pergilah perahuku
Bawalah keyakinanmu dengan utuh
Biarkan aku membawa rinduku
Sejauh mana perahuku membawanya
Sebab barangkali
Merelakan adalah bagian dari mencintai
Takengon, 15 Agustus 2026