Dibaca: Memuat...
Di bawah dinding pembatas
Karya: Mayla asfa Khuzaimatul AzkiaKita melangkah melintasi hitam putih dunia,
Menatah tawa, memeluk luka yang sama.
Serasa Tuhan memberi pertanda,
Dua rasa berhak menyatu dalam dada.
Namun di depan, menjulang benteng raksasa,
Tembok perbedaan yang menguji asa.
Kita mencoba memanjat bersama,
Namun terus jatuh, tersungkur tak berdaya.
Segala badai sanggup kita lewati,
Kecuali dinding iman yang memisah hati.
Apakah kita harus menyerah di sini?
Berjalan sendiri meraba takdir yang sepi?
Jika ini suratan yang harus diterima,
Tuhan, bisakah garis-Nya kau ubah jua?
Bila harus berpisah di persimpangan jalan,
biarlah doa menjadi bait terakhir dari kisah ini
mengikhlaskan mu pada Sang Pemilik Hati,
sembari berharap takdir masih punya cara terbaiknya sendiri.
Bandung, 19 Agustus 2026