Karya: Mia Aulia Hasan
Di detik yang sedang kulewati, aku melepaskan satu doa yang selama ini selalu kugenggam, kupeluk, kuulang, dan kubawa dalam setiap langkah. Kulepaskan ia bersama angin, membiarkannya pergi, berharap dengan begitu hatiku menjadi lebih tenang.
Lalu, aku mengganti doaku. Bukan lagi meminta agar doa itu menjadi nyata, melainkan meminta agar Tuhan mengajarkanku mengikhlaskan apa yang selama ini kunanti.
Namun, sebelum doa baruku terjawab, Tuhan justru lebih dahulu menjawab doa yang telah kulepaskan.
Mungkin, di tempat yang tak kuketahui, ada seseorang yang memanjatkan doa yang sama. Mungkin ia juga sedang menunggu, dan Tuhan hanya sedang menanti waktu yang tepat.
Hingga akhirnya, dua doa yang pernah terpisah dipertemukan. Dua harapan yang sama-sama menunggu, kembali menyatu.
Sebab terkadang, Tuhan meminta kita melepaskan bukan untuk kehilangan, melainkan agar doa menemukan jalan pulangnya.
Bekasi, 24 Agustus 2026