Karya: Milani Dewi Agusti
Di balik hamparan yang kosong.
Tangan-tangan tengadah menepas rindu.
Bukan tentang apa yang diharapkan,
Namun ini tentang rasa di relung kalbu.
Kalimat-kalimat menepis tembok tinggi,
Melintasi jurang perbedaan fana.
Setiap desah napas membalut bumi,
Menjalin benang takdir penuh pesona.
Dalam sujud yang meleburkan tinggi hati,
Jiwa-jiwa lebur tanpa sekat perunggu.
Satu bisikan menembus batas langit,
Menyatukan insan yang lama menunggu.
Doa adalah kehangatan dari cahaya,
Merajut retak menjadi jelita.
Dua telapak yang saling menyapa,
Menghapus duka, meneguhkan cinta.
Tiada lagi isakan tangis yang terpisah,
Saat semesta dan seisinya mengaminkan janji.
Kita adalah jiwa kasih yang tak berkesah,
Disatukan oleh doa di keabadian abadi.
Cianjur, 28 Agustus 2026