Berbeda Jalan tapi,satu tujuan
Karya: Muhamad FarizDi bawah langit yang membentang luas,
Kita berdiri membawa altar dan tasbih masing-masing.
Ada kidung yang menggema dalam sunyi,
Ada pula sujud yang merendah di keheningan malam.
Iman kita tak sama, jalurnya berlainan arah,
Namun bukankah hati manusia diciptakan untuk saling memahami?
Jangan biarkan sekat perbedaan merobohkan jembatan kasih,
Sebab di hadapan Sang Pencipta, ketulusan jauh lebih berarti daripada sekadar gelar agama.
Biarlah cinta kasih menjadi bahasa universal kita,
Menghapus benci, merajut damai dalam indahnya keberagaman.
Pontianak,10 Agustus 2026