Karya: Muhammad Barra Al Farizi
Pada akhirnya, kita bertemu pada hari yang biasa,
hari yang telah lama kita lewati lalu lupakan.
Namun cintaku, apakah kau masih sama seperti dulu
setelah kau tahu
bahwa jalan kita ternyata berseberangan?
Kita menginjak bumi yang sama,
Kota yang sama.
Tapi..... Dengan keyakinan yang berbeda.
Dan setiap kali aku melihat matamu,
Aku ingin sekali untuk bersamamu, cintaku.
Namun, aku tak mau, merebutmu
dari Tuhanmu.
Sebab, aku tahu mencintaimu
tidak seharusnya membuatmu meninggalkan imanmu.
Aku amat mencintaimu
Sama sepertiku mencintai tuhanku.
Dan mungkin, kau juga bagitu, cintaku.
Dan pada saat ini aku mengerti,
cinta tak pernah datang lalu bertanya tentang perbedaan.
Ia tumbuh, bahkan di antara dua manusia
yang berjalan di jalan yang berbeda.
Pada akhirnya,
kita hanya dua manusia
yang berjalan untuk tujuan yang sama,
menuju Tuhan,
namun dengan jalan yang berseberangan.
Bekasi, 26 Agustus 2026