Murniasih, SE - KEGELISAHAN DO'A & WAKTU BERSAMAMU, ADALAH DO'A YANG MENYATUKAN SAYANG. (LCP 48)

📅 31 Agustus

 KEGELISAHAN DO'A & WAKTU BERSAMAMU, ADALAH DO'A YANG MENYATUKAN SAYANG.

Karya: Murniasih, SE


KEGELISAHAN DO'A & WAKTU BERSAMAMU,
ADALAH DO'A YANG MENYATUKAN SAYANG.


Sayang....
Namamu terpatri legi,
Seperti sejarah tua yang manis, & tidak pernah terbuang.
Kau istimewa & mengandung sejarah percintaan,
& Juga kekuatan.
Bagiku kau adalah do'a.
Do'a yang manis, berharga & istimewa.
Do'a yang mahal harga nya,
&:tidak bisa di gantikan dengan angka, & apapun cara nya.

Sayang dalam kegelisahanku yang banyak & dalam,
aku berharap kau bisa menjadi obat kesembuhan atas sakitnya waktu,
Atas semua pelayatan sejarah yang tersumpal.

Jujur aku kurang terbungkus oleh kado kebahagiaan yang kau janjikan,
Karena kau datang & pergi tanpa tepat janji & Juga pamitan.
Bagiku kau kadang benar benar seperti Dajjal.

Peluru kehidupan ini seperti kosong,
Kosong karena kau kurang perhatian & sayang.
Maka aku berharap kau bisa kembali,
Kembali dengan janji & pelukan yang pasti.
Tidak ada kata selingkuh,
& juga penghiatan penghiatan kecil yang terus kau bungkus dengan manis & rapi seperti gigimu, mulutmu & juga bibirmu.

Mana sayang kado kebahagiaan yang pernah kau janjikan??
Semua seperti bungkusan palsu & juga rindu yang kusam.

Waktu seperti lemas & bisu.
Kosong & tanpa peluru kehidupan.
Kau datang dan pergi, benar benar seperti pelacur waktu yang menguras kekuatan.
Lalu kau bilang semua itu lumrah??
Kau gila & benar - benar sudah gila.

Ingat sayang,
Do'a yang menyatukan engkau & aku dulu adalah bukan KARBITAN,
ia tunggal, istimewa & tersayang, yang tentunya kita sudah pesan kepada Tuhan.
Tapi kau sepertinya sudah lupa ingatan,
atas janji yang sudah pernah kita tulis di atas batu sejarah dunia manusia, bukan syetan.

Maka aku berharap apa yang sudah kita bangun jangan sampe hancur lebur seperti bubur.

aku berharap kau bisa terus menjadi imam yang handal dari kapal layar yang selama 10 tahun sudah kita perjuangkan dengan benar .

Do'a yang menyatukan kita adalah iman & harapan.
Bukan iman seperti selembar tisue yang terbuang / pun uang.
Bukan pula seperti pesugihan tumbal yang menjanjikan seribu kemewahan yang tersesat,
& kental dalam dosa dosa & drama drama manusia,
atas kemiskinanlah,
keadaan lah & sejuta alasan dari pikiran iblis iblis yang liar.
Bukan pula seperti emas yang menggunung kemewahan & Keangkuhan yang terus kau gelar.

Kembali lah,
Kembali lah kau dengan manis seperti dulu dengan pelukan sejarah yang manis seperti gula,
Bukan seperti janji janji palsu namun perselingkuhan demi perselingkuhan tetap kau lakukan.

Sampe kapan waktu ini akan berubah menjadi jalan yang manis,
untuk kau & aku bahagia dalam 1 tubuh & iman,
Bukan hanya seperti angan - angan kosong yang lapar & sekarat.

Gelap iman,
Gelap kemaksiatan, gelap kesesatan.
Pikiran hanya uang & uang.

Dunia makin edan,
Edan dalam cakrawala dimensi nya yang gila
Lalu rindu ini hanya seperti tertindih,
Tertindih lemas & tak mampu berdiri.

Dunia ku seolah runtuh, membeku, membatu,
Lalu menjadi debu.
Dingin & dingin tanpa hasrat yang jelas.
waktu pun semakin lemas.
Lemas seperti tanpa harapan bahagia & surga .

Padahal aku berharap tubuh mu & tubuhku mati dalam 1 kematian yang terbaik & wangi.
Seperti wanginya kasturi & bidadari.
Mungkinkah sayang ??
Do'a kita akan menjadi do'a yang terbaik & melegakan, dalam wadah bahagia & sejarah.

Catatan puisi ini aku gelar,
agar semua ini menjadi catatan sejarah yang terbaik & berkebaikan
Kembalikanlah kepadaku & Tuhanmu sayang,
Agar do'a &:rindu ini semakin kental,
Kental dalam satu DO'A YANG MENYATUKAN.
kau & aku Bismillah.....
Allohu Akbar 3x


Banten, 30 Agustus 2026