Karya: Nabila Amalia Putri
Namamu tak pernah kusebut,
wajahmu pun belum pernah kulihat.
Bahkan keberadaanmu
masih menjadi rahasia untukku.
Aku tak pernah tahu
ke mana langkah membawaku,
dan aku tak menyangka
ada doa yang menitipkan namaku.
Aku tak meminta Tuhan
tuk mempercepat pertemuan ini.
Aku hanya meminta,
tuk mempersiapkanku dan dirinya,
jika kelak akan bersama.
Harapan itu memang tak terlihat.
Ia tak bisa dipastikan kapan datangnya.
Tetapi Tuhan punya cara-Nya sendiri
untuk menjawab doa-doa kita.
Saat hari itu tiba,
aku percaya
itu bukan sekadar kebetulan,
tapi rencana Tuhan tuk menyatukan kita.
Aku bersyukur,
jauh sebelum kita bertemu,
mungkin doa-doa kita
lebih dulu saling menemukan.
Ternyata kamu,
yang namanya tak pernah kusebut,
tapi selalu kupercaya akan Tuhan hadirkan
untuk mengisi ruang kosong dalam hidupku.
Solo, 27Agustus 2026