Karya: NAJWA ALYA FAKHRANI
Di bawah langit yang sama,
jutaan doa di panjatkan
dari bumi yang berbeda-beda.
Ada yang meminta kesembuhan,
ada yang memohon keselamatan,
ada yang menangisi kehilangan,
ada yang hanya berbisik
agar esok masih diberi kesempatan.
Aku tidak tahu
bagaimana setiap manusia menyebut Tuhannya.
Namun aku tahu,
di hadapan kebesaran-Nya,
kita semua hanyalah makhluk
yang sama-sama lemah.
Dan aku percaya,semua yg ada di alam semesta
adalah ciptaan-Nya.
Dan di antara jutaan doa
yang naik dari bumi,
aku teringat firman-Nya:
“Qul huwallΔhu aαΈ₯ad.”
Katakanlah,
Dialah Allah Yang Maha Esa.
Maka aku menengadah.
Bukan untuk meminta
agar seluruh manusia menjadi sama.
Bukan untuk menghapus
perbedaan yang telah ada.
Tetapi untuk mengingat
bahwa di bumi yang penuh perbedaan ini,
kita tetap sama-sama makhluk
yang membutuhkan harapan.
Sebab mungkin,
doa tidak diciptakan
untuk membuat kita seragam.
Ia hadir untuk mengingatkan
bahwa di tengah jutaan manusia
yang berbeda,
kita semua tetap membutuhkan
tempat untuk berharap.di bawah satu langit,
jutaan doa boleh terdengar berbeda,
tetapi Allah tetap Esa.
Dan aku,
hanyalah satu dari jutaan makhluk-Nya
yang tak pernah tahu
ke mana takdir akan membawa.
Namun aku percaya,
setiap doa telah sampai kepada-Nya
sebelum aku mengenal
apa yang ingin kuminta,
Allah telah lebih dahulu mengetahui
apa yang benar-benar kubutuhkan.
Maka biarlah doaku terbang
setinggi langit yang tak bertepi,
dan biarlah takdir berjalan
sebagaimana telah Ia tuliskan.
yogyakarta,24 Agustus 2026