Dibaca: Memuat...
Seribu Jalan Menuju Langit
Karya: Najwa Nurul HasaniKita pernah jumawa percaya
bahwa cinta adalah astrolab purba—
cukup menuntun haluan
meski kiblat kita berlainan dermaga.
Maka kita merajut seribu satu ikhtiar:
menempuh saujana, menawar sengkala,
menganyam peruntungan dari urat yang nyaris putus.
Namun, pada titian ke seribu satu,
aku menepis keliru,
tidak semua yang saling memagut rasa
ditakdirkan berlabuh pada muara yang seirama.
Kau dengan titah takwilmu,
aku dengan sujud tahajudku,
dua fana yang saling merapal rindu,
namun dipisahkan
oleh takbir yang tak semestinya
diperdebatkan oleh syahwat hamba.
Barangkali, pengharapan bukan perihal menggenggam,
melainkan kebasahan nurani
untuk merelakan seseorang
agar tetap utuh dalam tauhidnya.
Maka jika kelak
asma-mu tak lagi kusebut,
biarlah ia menjelma amin
yang abadi dalam senyap.
Sebab aku mencintaimu
dan lantaran itu pula,
aku tak kuasa memintamu
murtad dari sembahanmu.
Bekasi, 11 Agustus 2026