Dibaca: Memuat...
Pada Amin yang Tak Pernah Sendiri
Karya: Neysa Nabila SaputriPada malam yang paling sunyi,
dua hati menitipkan nama
kepada langit yang tak pernah bertanya
dari mana air mata berasal.
Satu doa berangkat dari bibir yang berbeda,
namun menuju cahaya yang sama
menyusuri angin, menembus jarak,
hingga menjadi gema di dada.
Barangkali Tuhan sengaja
menyimpan pertemuan di antara jeda,
agar kami belajar bahwa dekat
tak selalu berarti berdampingan.
Sebab ada tangan yang tak sempat menggenggam,
namun diam-diam saling menguatkan
melalui doa yang tak terdengar.
Dan bila suatu hari
langkah kami menemukan arah yang sama,
biarlah itu bukan sekadar kebetulan,
melainkan jawaban
dari dua doa yang sejak lama
pulang ke langit yang sama.
Depok, 5 Agustus 2026