Berhala Bernama Ego
Karya: Ninda Nur AmaliaIman kita satu rumah,
tapi kiblat kita beda kamar.
Kamu menguduskan harkat, sedang aku menyembah berhala bernama diam.
Melahirkan doa-doa rumpang yang gagal ditafsirkan.
Bersama kita mengeja beribu kitab gundul yang menguning dimakan zaman.
Tapi sialnya, kita hanya mengenal aksara perang.
Fathu Makkah pindah ke meja makan,
membara seperti api unggun di Marruzh-Zhahran.
Namun, wudu tetap membasuh tiap tetes nadir yang memeluk marah,
memadamkan secuil neraka yang Tuhan hembuskan di tiap-tiap kita.
Pada sujud panjang dua hamba yang saling merengkuh resah,
mengecup ikhlas di tiap salam yang saling memangut kita.
Sidoarjo, 30 Agustus 2026