Karya: Nirmala Adinda Susanti
Jajaran Diksi Kata
Kau menautkan harapan pada langitmu,
dan aku, menitipkan resah pada sujudku,
dua jalan yang berbeda,,
namun sama-sama mencari teduh di bawah cakrawala yang satu.
Barangkali Tuhan tak meminta kita serupa,
sebab semesta pun diciptakan dengan warna yang tak sama rupa nya.
Ada fajar, ada senja,
ada hujan yang jatuh tanpa memilih tanah,
dan ada hati yang selalu belajar mengerti
bahwa perbedaan bukanlah sebuah kutukan,
Iman yang Tak Sama
bukan sebilah pedang untuk melukai,
bukan pula tembok untuk memisahkan,
melainkan serangkaian perbedaan yang mengajarkan bagaimana menghormati tanpa harus memiliki,
Maka biarlah lisanmu menjadi doamu,
lisanku menjadi doaku.
Tak perlu kita memaksa memadamkan sebuah lentera,
hanya karena nyalanya tak serupa,
sebab setiap jiwa berhak menemukan jalan menuju damai yang ditujunya,
Pada akhirnya,
kita hanyalah debu yang diberi sedikit waktu,
singgah sebentar di bawah langit bumi,
lalu kembali menjadi bagian dalam keheningan lembah.
Pekanbaru, 29 agustus