Dibaca: Memuat...
Alba Amora
Karya: Norlaily SakinahSemesta sepertinya sengaja,
menuntun langkahku
menemukan arah padamu.
Kau seorang insan rupawan
lagi bersahaja
Pesonamu berpendar
lebih indah daripada rembulan
di sudut bumantara.
Kusematkan namamu: Alba Amora.
Kau menjelma sepucuk mawar putih
di sudut hatiku yang renjana.
Aku menemukan makna ketulusan
pada tenangnya kelopakmu.
Kau adalah teduh,
dengan binar mata bercahaya.
Lembut tuturmu,
menyembuhkan luka,
memeluk jiwa
yang rapuh dan hampa.
Sungguh, tak berani
aku mengetuk pintu hatimu.
Maka, biarlah kubawa namamu
dalam khidmat sujudku yang khusyuk,
merengkuh jiwamu
dalam bait doaku.
Menaungi langkahmu
dari badai dan retak
yang menganga.
Semoga engkau mekar
dengan gagah
di bawah naungan kasih-Nya.
Barangkali,
aku bukan ditakdirkan
menjadi rumah
tempatmu pulang.
Namun, semoga doaku
mendekap langkahmu yang bimbang.
Hingga doaku dan doamu bersua,
disatukan di langit yang sama,
di ufuk waktu yang digariskan oleh-Nya
Tanah Bumbu, 19 Agustus 2026