Karya: Nova Asari
Di Antara Jarak dan Doa
Dari banyaknya doa yang bisa kupanjatkan, aku tetap memilih mendoakanmu di antara jarak dan kepergianmu.
Tidak bisakah kau tetap tinggal? Aku bisa ikhlas atas ujian Tuhan, tapi tidak untuk kehilanganmu.
Kau boleh pergi, tapi harus kembali.
Pada kenyataannya, kau hanya bisa pergi tanpa bisa kembali.
Kepergianmu membuat jarak di antara kau dan aku, menghadirkan kerinduan di sela kesendirianku. Tak ada yang bisa membuat rinduku mereda selain jatuhnya air mata bersama doa.
Aku tahu doa tidak akan bisa mengembalikan semuanya. Namun, setidaknya aku bisa menjeda sedikit rinduku yang sudah tak bisa lagi kutahan.
Aku terluka oleh rindu yang sulit dijeda. Kapan pulang?
Berikan aku alasan kenapa kau memilih pergi.
Aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri, tanpa menemukan jawaban. Kenapa kau meninggalkanku sendiri?
Kalimantan Tengah, 29 Agustus 2026