Novia Dara Satria - Tembok Yang Tinggi (LCP 48)

📅 30 Agustus
Dibaca: Memuat...
Tembok Yang Tinggi
Karya: Novia Dara Satria


Antara takdir dan tuhan.
Aku tidak tau mana yang memisahkan atau menyatukan.
Kisah yang dibangun dengan indah dan panjang.
Akan berakhir bersama atau mengikhlaskan. 

Antara tasbih di tangan ku.
Dan kalung rosario di leher mu.
Ada jarak yang tidak mampu kita ukur dalam sentuhan jemari kita.
Tasbihku dan kalung rosario mu akan di tarik pulang oleh rumah kita masing-masing.

Saat adzan istiqlal berkumandang.
Dan lonceng katedral berdenting.
Saat aku mengadahkan tanganku dan kamu mengepalkan tanganmu.
Disitulah semesta terasa runtuh dalam keheningan yang paling bising.

Kita berdiri di bawah langit yang sama.
Namun, tidak pernah bisa menyatukan amin yang sama.
Maka, biarlah di bawah langit ini.
Kita melepaskan genggaman. 

Bukan karena rasa ini telah mati.
Tapi, karena kita sadar.
Tasbihku dan kalung rosariomu.
Tidak akan pernah menjadi kita.

Sehebat apapun aku menggenggam mu.
Aku tidak akan pernah merebutmu dari tuhanmu.
Begitupun, aku tidak akan pernah meninggalkan tuhanku.
Kita adalah rangkaian takdir yang tidak bisa menyatukan amin yang sama.



Banjarmasin, 30 Agustus 2026