Cinta di Antara Dua Iman
Karya: RamadayantiKita dua insan yang dipertemukan semesta,
Seperti malam yang merangkul bulan dan bintang
Hadir membawa sejuta tanya untuk angkasa
Tentang akhir dari dua iman yang berseberangan.
Kau menggenggam salib,
Sedangkan aku menggenggam tasbih,
Kita mengadu pada Tuhan masing-masing
Dengan cara yang tak pernah searah.
Kau mengatupkan tanganmu di dalam gereja
Dan aku mengadahkan tanganku di dalam masjid
Dua doa sama-sama melambung tinggi
Berusaha melewati tembok perbedaan yang kokoh.
Aku mencintaimu,
Namun, aku tak mau mengubah imanmu
Dan kau pun jangan mengubah imanku
Biarkan kita berjalan dengan keyakinan masing-masing.
Hingga akhirnya, Tuhanlah yang menjawab akhir cerita,
Di antara dua keyakinan ini,
Bahwa jalan yang paling indah adalah
"Untukmu agamamu dan untukku agamaku."
Medan, 30 Agustus 2026