Karya: Reivy Zorra Prameswari
Langkah kita pernah di jalur yang sama,
tanpa tahu jalan akan bercabang.
Jiwa kita bertaut, menyatu dalam satu aliran,
hingga arus membawa kita ke muara berbeda.
Jarak perlahan tumbuh di antara langkah,
menyisakan jejak tak lekang.
Kedekatan kian merenggang,
mengikis kehangatan masa lalu.
Sunyi hadir tanpa diharapkan,
menyimpan rindu yang tak tertahan.
Di tengah sunyi,
kita tetap bertemu dalam doa.
Tentang temu yang menetap dalam ingatan,
walau waktu perlahan menghapus sisanya.
Meski muara kita tak lagi sama,
ada harap yang tetap terjaga.
Tumbuh asa di antara ruang dan temu,
menjadi penghubung di antara kita.
Takdir boleh berbeda,
namun doa tetap menemukan jalannya.
Surabaya, 25 Agustus 2026