Karya: Rhesya Adinda Putri
Ada doa
yang tumbuh dari sunyi,
ada harapan
yang hanya berani berbisik
Semuanya menuju
arah yang sama,
ke atas
Dan langit,
tak pernah bertanya
mengapa kita menengadah
dengan cara yang berbeda
Ia hanya terbentang
seperti rumah tanpa pintu
menaungi suara-suara
yang lahir dari bumi
Doa
ada yang menjelma bisikan,
ada yang tumbuh dalam diam,
ada yang hanya berupa
tangan-tangan kecil
menggenggam harapan
Semuanya terbang
ke ketinggian yang sama
Dan di sana,
tak ada jarak
antara kita
Lalu hujan turun
membasahi atap tanpa memilih
Cahaya datang
mengetuk jendela tanpa bertanya
Maka mengapa kita
masih sibuk mencari
siapa yang paling benar
di antara doa?
Barangkali Tuhan tidak meminta
kita menjadi sama
Barangkali Ia hanya mengajarkan
agar perbedaan tidak membuat kita lupa
cara menjadi manusia
Satu langit beragam doa
Duri, 30 Agustus 2026