Ketika Doa Menemukan Jalan Pulang
Karya: Rini YulianaAku pernah menitipkan doa
Pada malam yang sunyi
Saat sajadah menjadi saksi
Tunduk, sujudnya jiwa dan raga
Hanya Isak tangis pada Sang Pencipta
Lalu Tuhan mempertemukan seorang insan
Tanpa gemuruh, tanpa ombak, tanpa kilat tanpa tanda-tanda alam
Dua langkah asing menemukan irama yang sama
Terkadang ia memperlambat langkah ketika dunia memaksa untuk berlari
Begitulah cara Tuhan menjawab doa
Bukan menghapus kesepian melainkan menghadirkan seseorang yang membuat sunyi bak senja yang perlahan tenggelam hening, namun tak lagi sendiri
Cinta hadri bukan karena tak pernah tersesat melainkan selalu ada jalan untuk kembali
Sebab doa menyatukan dua perjalanan manusia agar menemukan tempat untuk pulang
Sepasang tangan yang saling menggenggam
Rumah bukan dinding atau alamat
Rumah adalah seseorang, pelabuhan bagi lelah, tempat hati berlabuh, dan seseorang yang tetap memilih tinggal.
Surakarta, 11 Agustus 2026