Karya: RIYANA CAHAYA WAHIDIYAH SUSANTO
Malam kian berganti
Resah kembali merayap
Hari lalu
2 raga melantunkan irama doa
Harap yang sama
Adalah kata ""selaras""
Bukan permintaan paksa
Namun,pertolongan rasa
Kemudian menjumpai dewa Krishna
Perjalanan melewati hutan kosong
Bayang bayang gelap mengitari
Esok hari,fajar terbit
Garis garis takdir berjalan
Setelah lelah berkelanjutan
Dewa Krishna membawa sirat cantik
Bukan abadi,namun janji yang selarasnya ditepati
Bagian dari hidup sebagai penawar kopi
Gambaran bahwa Tuhan datang menyodorkan lentera
Untuk dua raga,dengan iringan bahagia
Bahwa senjata harap adalah doa
Dan doa harus laksana sebelum menjadi perkara kenang
Kediri,26 Agustus 2026