Langkah di Atas Jurang Sama
Karya: Rts.Kalilla SalsadillaKutatap matamu yang memeluk gumpalan doa berderet,
di tempat berbeda kita menengadahkan bait-bait erat.
Jalan ini bukan sekadar tentang dua kepala yang bertaut,
melainkan badai tatapan dingin yang tak kunjung surut.
Orang tua kita melukis garis patah di antara jemari,
mengharamkan rasa, mengutuk cinta yang tumbuh saban hari.
Namun, kita memilih menjadi sepasang insan nekat,
meretas retakan takdir, memeluk bayang-bayang yang pekat.
Kita mengabaikan dentang peringatan yang membakar telinga,
melangkah di atas jurang terjal tanpa peduli pedihnya luka.
Entah di persimpangan mana alur ini akan terhenti pasrah,
apakah menjadi keabadian atau menjelma sekadar kisah.
Tak ada benteng yang sanggup meluruhkan genggaman ini,
sebab sebelum merpati kita dilepas ke langit yang bertepi,
kita sudah terlanjur mengukir jejak di atas takdir yang sunyi.
Jambi, 30 Juni 2026