Karya: Saydina Husna Kimberly Pareda
Kita memang tidak sama dalam sujud
Panjangnya beda. Waktunya beda. Bahasanya juga beda.
Ada yang berbisik, ada yang menangis, ada yang diam seribu kata.
Tapi lihatlah...
Di atas semua perbedaan itu
ada satu langit yang kita tuju.
Doa yang kau panjatkan di sepertiga malam
bertemu dengan doaku yang tercekat di kemacetan.
Doa ibumu untuk anaknya
bertemu dengan doaku untuk orang yang belum kutahu namanya.
Doa tidak pernah menanyakan mazhab.
Doa tidak pernah menghitung seberapa sering kita ke masjid.
Doa hanya tahu satu hal:
bahwa ada hati yang sedang butuh digenggam Tuhan.
Maka ketika dunia memisahkan kita dengan label
Doa duduk di tengah,
merangkai kita lagi
seperti tasbih yang talinya hampir putus.
Kita mungkin tak sama dalam iman
Tapi kita sama-sama punya Tuhan
Yang mendengar bahkan saat suara kita patah.
Bitung,24 Agustus 2026