Karya: Shaula Salsabilla
Ada satu langit yang menampung segala rindu,
tempat doaku dan doamu bertaut tanpa saling kenal,
melebur menjadi satu bahasa yang tak membutuhkan kata.
Bukan kesamaan yang membuat kita bersama,
melainkan do'a yang menautkan perbedaan,
merangkainya seperti benang yang menjahit luka,
seperti bintang yang beragam di cakrawala,
berbeda, tetapi tak saling meniadakan.
Angin membawa doa-doa yang lirih,
bermuara pada satu cahaya,
yang diam-diam menyatukan segalanya.
Di antara jarak dan perbedaan,
doa menjadi jembatan yang mempertemukan hati,
menjaga harapan agar tetap menyala.
Mungkin begitulah cara doa bekerja,
memintal perbedaan menjadi satu harapan,
menuntun hati yang tersesat kembali pulang.
Sebab pada akhirnya,
kita bukan sekadar hidup di bawah satu langit,
melainkan dipertemukan oleh doa
dalam satu harapan dan seribu doa.
Bangkalan, 29 Agustus 2026