Dibaca: Memuat...
Tembok diantara kita
Karya: Shinta AgustinaDi antara kau dan aku,
berdiri tembok yang tak pernah kita bangun,
yang perlahan mengajarkan kita
untuk saling menjauh.
Di sisimu, ada doa yang kau bisikkan,
di sisiku, ada doa yang kupanjatkan.
Kita menyebut nama-Nya, beda kata, beda cara,
namun sama-sama berharap pada kedamaian.
Bukankah air mata tak pernah bertanya
dari doa mana ia berasal?
Bukankah juga tawa seseorang bertanya
iman siapa yang memilikinya?
Tembok itu bukan milik Tuhan,
Melainkan hanya batu-batu yang kita susun sendiri
dari ketakutan, kesombongan, dan keyakinan.
Biarlah keyakinan tetap berbeda,
sebab kita tak harus sama untuk saling menghargai.
Dan ketika tembok itu runtuh,
bukan karena iman kita menjadi sama,
melainkan akhirnya kita mengerti
bahwa perbedaan tak pernah seharusnya menjadi penghalang.
Kuningan, 20 Agustus 2005