Di Antara Dua Doa
Karya: Sri FazriahKita pernah hidup
di bawah langit yang sama,
berbagi cerita,
tertawa tanpa bertanya
tentang adanya sebuah perbedaan.
Kau dengan doamu,
aku dengan doaku.
Kita menyebut nama Tuhan
dengan cara yang berbeda,
namun pernah saling menyapa
dengan rasa yang sama.
Bukan karena kurangnya kasih,
bukan pula karena salah bertemu,
hanya saja,jalan kita memiliki arah
yang begitu berbeda dan yang tak sama.
Mungkin kita dipertemukan bukan untuk saling memiliki,
melainkan untuk belajar bahwa mencintai tak selalu berarti harus bersama.
Kini biarlah kau berjalandengan iman yang kau percaya,
dan aku melangkah dengan keyakinanku sendiri.
Jika suatu hari kita akan kembali mengingat masa lalu,
semoga tak ada penyesalan
hanya senyum kecil karena pernah menjadi bagian indah dalam perjalanan masing-masing.
Sebab terkadang,dua hati bisa saling memahami,meski dua iman tak mampu berjalan dalam satu jalan
Majalengka, 8 Agustus 2026