Suci nur arasy - Sujud di sejadah yg sama (LCP 48)

📅 19 Agustus
Dibaca: Memuat...

Sujud di sejadah yg sama

Karya: Suci nur arasy


Imanku bukan sebesar gunung yang kokoh menantang langit.
Terkadang ia hanya setipis benang di ujung jarum yang rapuh.
Ada hari aku berdiri tegak,menertawakan badai yang datang.
Ada hari aku jatuh,hanya butuh satu bisikan lembut untuk berkata, "tenang".

Imanmu mungkin seperti laut yang luas dan dalam,tenang,biru,tak mudah di goyahkan angin dunia.
Sementara imanku seperti lampu kecil di sudut kamar.
Sering padam di tiup ragu, lalu nyala lagi karena harap yang kutitipkan pada doa.

Kita memang berbeda dalam cara memahami.
Kamu berjalan cepat, aku masih tertatih mencari arah.
Tapi lihatlah, kita sujud di sejadah yang sama setiap malam, menengadah ke langit yang satu, meminta ampun dan kekuatan yang sama.

Jangan pernah ukur imanku dari berapa kali aku jatuh.
Lihatlah bagaimana aku bangkit lagi, walau dengan luka.
Karena iman bukan perlombaan siapa paling tinggi atau oaling benar.
Iman adalah tentang tetap berjalan, walau kaki ini gemetar.

Di akhir, kita hanya ingin pulang ke tempat yg sama, dalam pelukan ridha yang tak pernah membeda-bedakan.


Medan, 18 Agustus 2026