Dibaca: Memuat...
Rumah yang Tak Sepakat
Karya: Tasya Apriliani J.Pendar pagi membasahi meja kayu tempat kita merapikan hening.
Jemari kita sama-sama menadah hangat,
namun ke mana doa melayang,
bila bayangan jatuh berseberangan?
Ada karsa yang tumbuh begitu rapi,
sopan menahan bisik agar tidak melintas.
Di selasar ini,
waktu menuntun uap cangkir meluruh pelan.
Kita membiarkan jeda bekerja nisbi.
Ada Nirmala yang mengendap di dasar kaca,
menjaga sisa hangat tetap utuh,
Meski arah telapak enggan bertemu.
Maka kusembunyikan namamu,
Di celah napas paling tenang.
Pasrah membiarkan takdir menuntun kita pulang,
ke rumah yang tak pernah sepakat.
Namun tetap kutatap dari ambang.
Bogor, 22 Agustus 2026