Jarak tak terlihat yang tersembunyi dibalik logika
Karya: Teresa Jose GiovanniUntukmu, seseorang yang ku sembunyikan dibalik kata "seamin".. Mengukir tawa dan menghias tirai ingatan, tanpa tahu bom luka yang telah menanti
Antara lonceng Gereja yang berdentang dan Azan yang berkumandang menandakan kisah kita yang berakhir pilu
Aku tahu kamu bukan untukku, seharusnya sejak awal aku mengerti, ada Tuhan yang dengan tulus kau yakini..
Namun, setiap kali kita melukis serpihan kenangan, aku selalu percaya, masih ada ruang yang Tuhan kita sisakan untuk kita bisa bersama
Bersama sunyi kita menunggu melodi cinta dengan kesetiaan, namun lebih mirip kebodohan
Lalu aku bertanya, " kenapa masih menaruh hati pada tempat yang jelas jelas penuh duri".. Aku tahu aku keliru, aku tahu aku tersesat.. Tapi bukankah Tuhan sendiri yang mengajarkan, bahwa harapan sekecil apapun harus diperjuangkan
Barangkali ini nasibku yang terhipnotis tasbih indahmu itu, olehmu pemilik suara indah nan merdu pemilik amin yang sama namun iman yang berbeda
Hingga akhirnya, aku melangkah meninggalkanmu yang kusebut rumah, tempat yang jadi pelari dari semua badai harus usai karena iman yang menjerat..
Halaman yang pernah bernyawa dengan melodi bisikan cinta, kini hanyut dalam keheningan membunuh suara..
Bunga bunga yang dulu mekar bagai koleksi mimpi terindah, berganti semak berduri yang tumbuh di sela sela ragu
Sebelum aku melangkah jauh pergi, napasku terjepit oleh ketidakpastian, seperti awan yang terjebak dipuncak kesunyian
Malang, 27 Agustus 2026