Karya: TIARA DETA PAMUNGKAS
Di antara doa yang kutadahkan,
ada doa yang kaukepalkan.
Di antara azan yang kudengar,
ada lonceng yang kaudentingkan.
Aku jatuh cinta pada caramu menafsirkan dunia,
aku tersesat
pada labirin senyummu yang memabukkan.
Di matamu, kutemukan samudera
tempat segala gaduh karam.
Lalu bagaimana mungkin
aku takkan bertekuk lutut pada kesempurnaanmu?
Semarak asmaraloka dalam dada,
menjelma bagai bisikan yang perlahan sirna.
Kenyataan mendarat tepat di ulu hati.
Aku tersadar,
iman yang kita dekap tak searah.
Bagaimana mungkin kita bermimpi pulang ke rumah bersama
jika pintunya berbeda?
Cinta bukan alasan mengkhianati keyakinan.
Sebab, demi memilikimu,
satu di antara kita harus
mengingkari iman yang berakar di dada.
Kukembalikan engkau sepenuhnya pada Tuhanmu.
Biarlah kisah ini tenggelam
dalam palung keabadian,
meski takkan bermuara pada pintu yang sama.
Jambi, 20 Agustus 2026