Tisya Syahnia Putri - Satu langit, namun tak searah (LCP 48)

📅 30 أغسطس
Satu langit, namun tak searah
Karya: Tisya Syahnia Putri 


Kita sama-sama percaya bahwa langit itu luas,  
sama-sama menengadah saat hujan turun.  
Namun ketika bibirmu menyebut namanya,  
bibirku justru menyebut nama yang lain.  

Waktu mempertemukan dua raga,  
cinta menyatukan dua jiwa.  
Tapi mengapa...
kita berjalan di arah yang berbeda.  

Kau layaknya teratai di pinggir jurang,  
bisa dilihat, namun susah digapai.  
Banyak yang harus kita perjuangkan,  
tapi, banyak juga jalan yang harus kita korbankan.  

Diriku dan dirimu itu sama,  
sama-sama berpijak pada satu tanah.  
Namun saat kita berdoa,  
di saat itu juga arah kita mulai berbeda.  

Kedua tangan saling menghangatkan,  
kedua jiwa saling meyakinkan.  
Jika...
ini takdir dari kita berdua,  
izinkanlah takdir yang menentukan segalanya.  

Sama,  
namun tak seiman.  
Maka biarlah aku tetap di jalanku,  
dan kau tetap di jalanmu.

Semoga semesta...
mempertemukan kita di lain waktu.


Palembang, 30 Agustus 2026